Jamur Tiram

Pengertian Jamur Tiram

Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung.

Secara alami, Jamur Tiram Pleurotos ditemukan di hutan dibawah pohon berdaun lebar atau dibawah tanaman berkayu. Jamur Tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak, di tempat terlindung misellium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada di tempat yang terang dengan cahaya matahari berlimpah. Pertumbuhan misellium akan tumbuh dengan cepat dalam keadaan gelap/tanpa sinar.

Pada masa pertumbuhan misellium, jamur tiram sebaiknya ditempatkan dalam ruangan yang gelap, tetapi pada masa pertumbuhan badan buah memerlukan adanya rangsangan sinar. Pada budidaya jamur tiram suhu udara memegang peranan penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Suhu terbaik pada budidaya jamur tiram berkisar antara 22 – 28 °C dengan tingkat kelembapan sekitar 60 – 70 % dan memerlukan suhu udara sekitar 16 – 22 °C untuk fase pembentukan.

Manfaat Jamur Tiram

Kandungan yang ada pada jamur tiram memiliki protein serta karbohidrat yang ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah protein dan karbohidrat pada daging sapi. Yaitu 27 % untuk kandungan protein dan 58% untuk kandungan karbohidratnya. Dan tentunya memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan karna kandungan yang ada di dalamnya. Berikut adalah manfaat yang di dapatkan ketika mengkonsumsi jamur tiram putih.

  • Menurunkan Kolestrol
  • Anti Bakterial dan Anti tumor
  • Membunuh Nematoda
  • Membantu mengatasi penyakit hati atau liver
  • Memperkuat Jantung

Disamping itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan.

Budidaya Jamur Tiram

1. Menyiapkan Kumbung

Kumbung adalah rumah atau tempat untuk meletakkan dan menyimpan baglog jamur agar bisa merawat jamur dan menumbuhkan jamur. Untuk ukuran kumbung, biasanya bervariasi. tergantung dari luas lahan, dan keperluan seberapa dibutuhkannya baglog saat memulai budidaya jamur.

Pembuatan kumbung disarankan menggunakan bambu atau kayu. Begitu juga dengan atapnya. Dan disusun sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam proses perawatan dan penyimpanan baglog jamur. Biasanya, kumbung dibuat dengan jarak kurang lebih 75 cm dengan rak lainnya. Ketinggian antar rak 40 cm, rak bisa dibuat 2 – 4 tingkat.

2. Menyiapkan Baglog

Setelah menyiapkan kumbung, maka selanjutnya adalah menyiapkan baglog. Baglog adalah media tanam jamur yang siap panen. Pembeli hanya tinggal merawat baglog dan menunggu sampai waktu panen tiba.

3. Menyusun dan Merawat baglog

Penyusunan baglog pada rak yang telah disiapkan, pastikan baglog disusun dengan rapi agar tidak terjatuh dari rak. Dan buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Setelah itu, Potong ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari dan jangan disiram. penyiraman cukup pada lantai saja untuk menjaga kelembapan ruangan.

Perawatan baglog dapat dilakukan dengan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, dan bukan penyemprotan langsug memakai selang air ataupun tetesan-tetesan air. Lakukan penyiraman kurang lebih 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembapan kumbung yang dimiliki. Usahakan suhu pada kumbung kisaran 16-24 °C.

4. Menikmati Hasil Panen Jamur

Apabila permukaan baglog telah tertutup sempurna dengan misellium, kira-kira 2 minggu setelah pembukaan baglog, jamur sudah mulai tumbuh dan sudah dapat dipanen.

Baglog jamur tiram dapat dipanen sebanyak 5 -8 kali apabila dirawat dengan baik. Jarak dari panen pertama kali ke panen selanjutnya berkisar antara 2 – 3 minggu. Baglog yang beratnya sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur tiram kurang lebih 0,7 – 0,8 kg.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!